Rabu, 28 Mei 2008
WANITA
Yang diciptakan untuk menemani hidupku
Kaulah bintang hatiku
kau hembuskan cinta dalam hatiku
Cantik.....
Menarik....
Itulah parasmu.....!!
Bagiaikan purnama yang menyinari malamku
Sungguh ku tak berdaya!!
wahai wanita, ku tak bisa hidup tanpamu
Bagaikan burung tanpa sayap
bagaikan kura-kura tanpa tempurung
Bagaikan bunga tanpa mahkota
Bagaikan siang tanpa sang surya
Itulah dirimu.................
kau selalu ada untukku
dalam setiap langkah hidupku
Dan detak jantung hatiku
Tapi mengapa terkadang kau racuni hidupku
Hancurkan hatiku
Musnahkan cintaku
Kaula............
Racun hatiku BY: Saka n Wahyu
aduh rahmat...!!

di suatu malam ayah rahmat sakit kepala yang luar biasa. ibunya, menyuruh rahmat pergi kewarung membeli obat. rahmat yang masih lugu itu pergi kewarung yang tak jauh dari rumahnya. sepanjang jalan menuju warung, rahmat mengingat jenis obat yang diperintahkan oleh ibunya kepadanya. "pil sakit kepala dua, pil sakit kepala dua". itulah kata-kata yang terucap dari bibir rahmat. ya makhlumlah dia masih kecil. ditengah-tengah jalan ada sekelompok ibu-ibu sedang bergosip-gosip ria. "eh tau nggak, tadi dipasar senen aku beli terasi yang ternyata palsu". kata seorang ibu. "iya kemarin juga si minah, pembantu gue juga beli terasi yang ternyata palsu juga". kata seorang ibu lagi menimpali. rahmat yang memperhatikan ibu-ibu itu lupa apa yang disuruh ibunya. sesampainya di warung rahmat berkata " bu beli". "beli apa, mat?". "anu buk, beli terasi". sesampainya di rumah rahmat di marahi ibunya habis-habisan. " kamu ini, disuruh beli obat kok dapatnya terasi. emangnya bapakmu ini apaan sakit di beri terasi"!!.
A. nijar e aditya o. m. sandy a. slamet r.
Kata-kata mutiara { Laili erfi wahyuni}
PUISIE Q_ta
Aku memang bukan pujangga
yang berkata dan berkarya
Tapi aku ingin bermain kata dengan hatiku
Aku memang bukan penyair
yang bersyair dan berpuitis
Tapi aku ingin bersyair dengan hatiku
Aku memang bukan pendongeng
yang bercerita dan berkisah
Tapi aku ingin bercerita dengan rinduku
Aku memang bukan siapa-siapa
Tapi aku ingin hidup dengan
keindahan yang menyelinap, merayap, lalu mengendap....
Rabu, 21 Mei 2008
Puisi by Ayu'
Guru
Kau bagaikan cahaya dalam kegelapan
Yang menerangi setiap kehidupan
Kau ciptakan generus bangsa tanpa mengenal rasa lelah
Kau ajarkan ilmu yang berharga agar menjadi orang yang berguna
Kau buat yang maya menjadi nyata
Yang gelap menjadi terng
Yng hitam menjadi putih
Yang tak tahu menjadi tahu
Suatu kata yang igin ku ucapkan meskipun tak sebanding dengan apa yang kau berikan
“TERIMA KASIH GURU…”
“TERIMAKASIH GURU”
Ajaran mu akan tertanam dalam otakku
Jasa mu akan mendarah daging dalam tubuhku
Yang akan ku kenang hingga akhir hayatku
Karya: Diah Ayu Anggraini (12)
Puisi by Ayu'
Ayah
6 tahun sudah kau tidak disisiku lagi
Kau pergi dan tak pernah kembali
Aku ingin bertemu dengan mu Ayah…
Walau hanya dalam mimpi tidurku
Kau tinggalkan aku sendiri di sudut kehidupan ini
Hanya berteman sepasang batu nisan
Ayah mengapa kau tinggalkan ku…???
Gelar yatim aku sandang
Rindu hati hanya dapat aku pendam
Ingin ku putar waktu saat Ayah masih disisiku
Tapi itu tak akan mungkin…
Dan tak akan pernah mungkin
Ayah, apakah kau bahagia disana ?
Aku di sini sangat merindukan pelukan hangat mu
Do’a ku akan selalu menyertai kepergian mu
Karya: Diah Ayu Anggraini (12)
